Beranda » Malahayati Mahakarya Emansipasi Indonesia

Malahayati Mahakarya Emansipasi Indonesia



13350064791045183118

Lukisan Laksamana Malahayati

Dengan tatapan tajam pandangan matanya menatap jauh ke selat Malaka, dia lihatnya puluhan kapal Belanda yang arogan hendak memasuki bandar Aceh Darussalam. Dengan ucapan Bismillah, dicabutnya sebilah Rencong dari pingganngya, seketika takbir pun pecah di seantero bandar Aceh. Semangatnya menjiwai ratusan innong bale dan ribuan laskar Aceh maju serentak menghadang laskar kaphe. Dengan gagah berani dia perintahkan armada Aceh menyerang Belanda.


Laksamana wanita pertama di dunia

Hari itu tekadnya sudah bulat, mati syahid atau Belanda hancur lebur. Tidak sia-sia perjuangan rakyat Aceh, Belanda kalah telak bahkan pemimpinya yang legendaris Cornelis Houtman tewas ditangan Malahayati dalam pertarungan satu lawan satu. Hari itu tanggal 11 September 1599.


Siapa Malahayati !!! dia adalah laksamana wanita dari Aceh dan merupakan laksamana wanita pertama di dunia. Namanya berkibar setelah menghancurkan armada laut Belanda yang terkenal dan membunuh Cornelis Houtman, anda tahu siapa Cornelis Houtman !!! dia adalah perintis penjajahan Belanda di Indonesia, tabiatnya dikenal buruk dan membuat kerusakan di Banten dan Madura. Tapi tidak berdaya di hadapan rencong sang laksamana Malahayati. Malahayati yang ditinggal mati suaminya, tidak membuatnya patah semangat tapi sebaliknya semangatnya membuncah ketika semangat jihad memanggilnya.



Malahayati layak di jadikan inspirasi dan contoh emansipasi bagi wanita Indonesia, dan tanggal 11 September pantas dijadikan sebagai hari wanita Indonesia. Saya berbeda dengan kebanyakan rakyat Indonesia yang lebih memilih tanggal 21 April sebagai hari yang layak di berikan kepada wanita Indonesia. Tanggal 21 April adalah hari kelahiran RA.Kartini. Siapa RA.Kartini ???



1335006520816148774

Habis Gelap Terbitlah Terang

Kartini merupakan priyayi dari kalangan bangsawan Jawa yang dekat dengan Belanda. Karena di besarkan dengan pendidikan Belanda, Kartini bisa berbahasa Belanda karena itu dia sering berkorespondensi dengan karibnya di Belanda bernama Rosa Abendanon. Dalam suratnya Kartini kecewa dengan kondisi pendidikan wanita Jawa yang berada pada statu sosial yang rendah. Beberapa saat kemudian Kartini menikah dengan Bupati Rembang dan resmi menjadi istri ke-4 sang bupati. Usia kartini terbilang muda ketika Tuhan memanggilnya, di usia 25 tahun Kartini tutup usia. Sampai akhir hayatnya mimpi Kartini mendirikan satu sekolah khusus wanita tidak pernah terwujud.


Baru setelah 6 tahun meninggalnya Kartini, Mr. JH. Abendanon mengumpulkan dan mebuat buku tentang surat-surat Kartini yang pernah di tulisnya. Mr. JH. Abendanon dialah yang menulis buku berjudul Door Duisternis tot Licht yang diterjemahkan oleh Armyn Pane menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku Door Duisternis tot Licht di terbitkan tahun 1911 oleh pemerintah Belanda. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan anehnya pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. Terbitnya surat Kartini menarik minat dan perhatian masyarakat Belanda, melalui aksi sumbangan terkumpllah dana untuk mendirikan sekolah wanita seperti mimpi Kartini dulu.


Kontroversi Kartini


Ada beberapa pihak yang meragukan isi surat RA. Kartini, disamping itu Belanda sengaja memilih tokoh Kartini sebagai politik etis (balas budi) penjajah terhadap Indonesia, politik etis merupakan salah satu cara Belanda mengambil simpati rakyat Indonesia. Yang perlu di ingat wilayah perjuangan Kartini hanya lingkup Jepara dan Rembang yang teramat kecil bila diukur luas Indinesia. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap perjuangan Kartini, saya berkeyakinan bahwa Kartini juga dekat dengan penjajah karena tidak satupun suratnya yang memandang Belanda adalah musuh, hal berbeda dengan Malahayati, Cut Nyak Dhien, Opu Daeng Risadju dll


Salah satu orang yang menantang pengkultusan Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita adalah Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar. Harsja W. Bachtiar menulis sebuah artikel berjudul: Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan.



Tokoh pejuang wanita dunia



Rakyat Prancis bangga dengan pejuang wanitanya bernama Joan of Arc, dia pahlawan Prancis yang berani melawan Inggris dia memimpin pertempuran hingga tertangkap dan dihukum mati. Sampai-sampai banyak penulis dan komponis, termasuk Shakespeare, Voltaire, Schiller, Verdi, dan Twain, telah menciptakan berbagai karya mengenai dirinya. Kemudian di Spanyol terdapat tokoh wanita yang mempersatukan Spanyol dan membiyai proyek penaklukan negeri jauh, dia adalah Ratu Isabella.



Di Rusia mencatat nama wanita dengan tinta emas, dialah Catherine Yang Agung, Maharatu Rusia setelah menggulingkan dan menghabisi riwayat suaminya, dan kemudian membuktikan bisa mengubah Rusia yang miskin menjadi salah satu kekaisaran yang terkaya dan terkuat di dunia.



Dari negeri Maghribi pernah lahir pejuang wanita terbaik abad 20, dia lah Jamilah. Ia adalah pejuang nasional Aljazair. Bersama mahasiswa-mahasiswa Aljazair lainya, ia tergabung dalam Front pembebasan Nasional Aljazair. Perjuanganya melawan pendudukan Prancis di Aljazair tak hanya melalui jalur Diplomasi, Ia juga aktif dalam jalur baku tembak dengan pasukan prancis.



Malahayati simbol wanita Indonesia



Dengan data dan fakta maka sangat wajar jika Laksamana Malahayati di pilih sebagai tokoh emansipasi wanita, dia adalah pemimpin yang di segani oleh kawan dan lawan, kalau perlu tanggal 11 September di jadikan hari emansipasi wanita. Malahayati merupakan sebuah cetakan hasil mahakarya bangsa Indonesia. Sangat ironi bahkan untuk memilih tokoh emansipasi wanita kita harus mengekor ke negeri penjajah, yang bikin miris adalah tokoh yang dipilih adalah kawan Belanda.



13350069811014088323

Universitas Malahayati




Ketika Negara-negara maju berkoar masalah kesetaraan gender terutama terhadap Negara berkembang dewasa ini, wilayah nusantara telah lama mempunyai pahlawan gender yang luar biasa. Laksamana perang wanita pertama di dunia. Namanya kemudian dipakai sebagai nama divisi wnita ormas nasional demokrat, garda wanita Malahayati. Salah satu kapal perang RI bernama KRI Malahayati, namanya juga diguanakan sebagai nama universitas di Sumatera dan ada sebuah lagu yang diciptakan oleh Iwan Fals berjudul Malahayati .



Saya lebih senang memilih tokoh yang tangguh bukan tokoh yang mengeluh terhadap kondisi budaya dan sosial tanpa ada upaya. Wanita mesti berjuang, ada moving atau action di dalamnya. Wanita juga mampu menyaingi kehebatan lelaki, dia sejajar dan setara tanpa ada diskriminasi. Seperti Joan of Arc di Prancis, Ratu Isabella di Spanyol atau Jamilah di Aljazair dan Malahayati di Indonesia wanita yang tangguh dan mampu mengubah sejarah. Sejarah bukan sekedar nostlgia, tapi dia adalah inspirasi untuk masa depan.

Salam
Indra Sastrawat