Beranda » Perang Dunia II di Eropa

Perang Dunia II di Eropa



Kemajuan industri menimbulkan persaingan ekonomi. Negara-negara industri berlomba-lomba menguasai daerah diluar Eropa sebagai tempat untuk menjual produksi mereka dan untuk memperoleh bahan baku. Jerman, Perancis, Inggris dan Italia bersaing menguasai Afrika. Sebelum terjadinya perang dunia I persekutuan militer terbentuk , persaingan ekonomi dan pertumbuhan nasionalisme. Jerman merasa terancam oleh Perancis sebab Perancis ingin membalas kekalahan yang dideritanya melawan Jerman pada tahun 1870-1871 dengan membentuk persekutuan militer Triple Alliance bersama dengan Italia dan Austria. Sedangkan Perancis , Inggris dan Rusia menandingi dengan membentuk Triple Entente . Dan akhirnya terjadi Perang Dunia I selama 4 tahun yakni dari tahun 1914 - 1918. Setelah Perang Dunia I usai ternyata membawa masih membawa dendam negara-negara yang terlibat perang. Jerman memperkuat angkatan perangnya walaupun melanggar perjanjian Versailes demikian juga Inggris dan Perancis memperkuat angkatan perangnya . Dan adanya perlombaan bersenjata dan tiap-tiap negara memperkuat pertahanannya , yang akhirnya terjadi lagi Perang dunia II.

Terjadinya Perang Dunia II tidak terlepas dari sebab-sebab umum dan sebab-sebab khusus. Bagi Jerman perjanjian Versailles 1919 banyak merugikan Jerman dan mengalami kesulitan dibidang ekonomi. Pada tahun 1932 Partai NSDAP pimpinan Adolf Hitler menang dalam pemilihan umum sehingga tahun 1933 Hitler diangkat menjadi Perdana Menteri. Program dari partai ini antara lain menolak isi Perjanjian Versailes , menyatukan Jerman dengan Austria , menolak orang-orang Yahudi dalam kewarganegaraan Jerman. Semboyan Hitler yang terkenal : Ein Volk , Ein Vaterland, Ein Fuhrer ( satu bangsa, satu negara, satu pemimpin). Di negara tersebut timbul Naziisme Jerman adalah totaliterisme , suatu paham yang melaksanakan prinsip bahwa semua diurus negara , rakyat tidak memiliki kebebasan semuanya demi negara.

Di Italia negara yang keluar sebagai pemenang dalam Perang Dunia I kecewa karena tuntutannya tidak dipenuhi dalam perjanjian Versailles juga timbul kebencian kepada Perancis dan Inggris . Di Italia lahir Fasisme di bawah pimpinan Benito Musolini. Seperti halnya Jerman , Fasisme Italia juga termasuk totaliterisme. Paham totaliterisme lainnya timbul di Jepang karena militeris dan juga Uni Soviet karena komunis.

Sebab-sebab umum Perang Dunia II , sebagai berikut :

Pertentangan paham liberalisme dan totaliterisme

Pahan liberalime berkembang di Inggris, Perancis dan juga Amerika Serikat sangat menjunjung tinggi hak dan kebebasan warga negaranya. Totaliterisme yang dianut Jeman, Italia, Jepang dan Uni Soviet tidak mengakui sama sekali hak-hak warga negaranya , sebab segala sesuatu diatur oleh negara

Persekutuan mencari kawan

Perancis yang kawatir akan ancaman Jerman berusaha mencari kawan dan pilihannya adalah Inggris. Walaupun sama-sama totaliterisme tetapi Uni Soviet di musuhi Jerman sehingga hubungan Uni Soviet dengan Inggris dan Perancis lebih dekat. Lawan utama Perancis yaitu Jerman , sehingga tidak ada pilihan lain selain Jerman bersekutu dengan Italia dan Jepang.

Semangat untuk membalas dendam ( Revanche Ide)

Jika menjelang Perang Dunia I yang dihinggapi Revanche Ide adalah Perancis , maka menjelang Perang Dunia II pihak Jerman dihinggapi Revanche Ide. Karena menurut Jerman perjanjian Versailles tidak adil dan merugikan Jerman.

Perlombaan Persenjataan

Usaha negara-negara besar untuk membatasi persenjataan ( dalam konferensi Washington) tidak berhasil. Setiap negara berusaha memproduksi senjata melebihi negara lain dengan alasan untuk mempertahankan diri.

Pertentangan antar negara imperialisme

Negara imperialisme baru berusaha untuk memperluas wilayah jajahannya. Jerman ingin memperluas wilayah di Eropa Tengah, Italia menginginkan wilayah Laut Tengah, dan Jepang ingin membentuk Persemakmuran Asia Timur Raya. Langkah ini akan menimbulkan permusuhan dengan kelompok Perancis, Inggris dan lainnya.

Kegagalan Liga Bangsa Bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia

Kegagalan lembaga ini disebabkan adanya kelemahan –kelemahan seperti yang disebutkan diatas , diantaranya tidak adanya aturan mengikat dan ketidak-berdayaan Liga Bangsa Bangsa menghadapi negara-negara besar.

Krisis terakhir yang mendorong terjadinya Perang Dunia II adalah krisis Munchen , yakni ketika para politis utama Eropa berkumpul di Munchen untuk membicarakan perbedaan pendapat mengenai masalah Chekoslovakia. Dalam konferensi tersebut nampak sikap lemah pihak Inggris dan Perancis menghadapi pihak Jerman yang telah menduduki Austria pada tahun 1938 dan Chekoslovakia pada tahun 1939. Pihak Inggris dan Perancis hanya menyenangkan pihak Hitter dengan harapan bahwa perdamaian dapat dipertahankan dan mencegah Jerman tidak semakin agresif. Sebaliknya Hitter semakin yakin bahwa tidak ada kekuatan yang dapat mencegahnya.

Sebab khusus Perang Dunia II adalah serangan kilat (Blitzkrieg) yang dilancarkan oleh Hitter atas Polandia oleh Hitler pada tanggal 1 September 1939. Dalam waktu singkat sebagain besar Polandia dikuasai Jerman . Hitler membuat sandiwara yang seolah-olah tentara Polandia ingin menyerang Jerman. Sandiwara ini dinamakan “Operasi Barang Kalengan” dimana 13 narapidana Jerman dijadikan barang yang akan dibunuh. Operasi tersebut terdiri dua tahap, dimana tahap pertama tanggal 31 Agustus 1939 semua narapidana kecuali seorang napi diperintahkan mengenakan seragam tentanga Polandia , lalu disuntik dengan obat mematikan dan dibawa ke perbatasan Polandia-Jerman. Disama mereka ditembak mati dan mayatnya diletakkan sedemikian rupa sehingga seolah-olah mereka tewas sewaktu akan masuk ke Jerman , wartawan asing dan saksi lain didatangkan untuk melihat barang bukti mayat-mayat itu. Tahap kedua terjadi drama yang terjadi di stasiun radio , dimana seorang narapidana yang berpakaian sipil tersebut dikatakan tentara Polandia yang berusaha membakar semangat orang-orang Polandia dan akhirnya dibunuh oleh tentara Jerman

Uni Soviet yang merasa keamanannya terancam menyerbu Polandia dari Arah Timur . Dan tanggal 3 September 1939 Inggris dan Perancis menyatakan perang kepada Jerman , dan kemudian negara Eropa Lainnya terlibat dalam perang. Sedangkan di di Asia untuk mewujudkan Asia Timur Raya , Jepang menguasai jajahan Inggris, Perancis dan Belanda yang ada di Asia Tenggara. Pelabuhan Pearl Harbour pusat kekuatan Angkatan Laut Amerika Serikat di Hawai merupakan penghalang bagi tujuan Jepang . Pada tanggal 7 Desember 1941 Jepang secara tiba-tiba menyerang Pearl Habour sehingga kancah peperangan meluas dari Eropa ke Pasifik.

Trisni Widodo