Beranda » Setelah Pemanasan, Ada Pendinginan Global

Setelah Pemanasan, Ada Pendinginan Global




Kutub, Mendingin atau Memanas? (Reuters/Francois Lenoir)


Pendinginan global akan membuang prediksi pemanasan global.
Ketika pujangga Yunani, Homer menulis The Odyssey sekitar 2.800 tahun silam, bumi mengalami periode pendinginan yang disebabkan matahari. Fenomena yang sama dapat terulang.

Ilmuwan Pusat Penelitian Jerman GFZ untuk ilmu geologi menganalisa sedimen di Danau Meerfelder Maar, Jerman. Peneliti menemukan bukti langsung pendinginan mendadak disebabkan "cahaya matahari minimum".

Beberapa ilmuwan menduga periode aktivitas tinggi matahari saat ini akan dilanjutkan dengan periode "minimum". Aktivitas matahari termasuk titik hitam dan badai matahari yang terjadi tahun ini menimbulkan masalah ini. Bahkan, kondisi ini dapat memicu terjadinya zaman Es.

Jika analisis mereka tepat, "cahaya matahari minimum" akan menyebabkan dampak langsung pada iklim bumi. Planet ini akan mendingin secara drastis. Prediksi pemanasan global dapat hancur seketika.

Dr. Achim Brauer dari GFZ mengatakan, "Gangguan musim dingin di semua wilayah Eropa, peningkatan kelembaban, dan angin cocok dengan peristiwa penurunan aktivitas matahari 2.800 tahun lalu."

Brauer mengukur sedimen danau untuk mengetahui tanggal tepatnya perubahan iklim dalam jangka pendek itu terjadi. Periode pendinginan berlangsung selama 200 tahun.

"Menggunakan pendekatan metodologi paling modern, mereka menganalisa sedimen dari Danau Meerfelder Maar, Danau Maar di Eifel, Jerman. Cara ini menentukan variasi iklim tahunan dan aktivitas matahari," imbuhnya seperti dilansir dari laman Daily Mail.

Tiga abad lalu perubahan yang serupa terjadi pada matahari. Bumi mendadak makin dingin. Periode ini disebut "zaman es kecil". Fenomena ini menyebabkan beberapa ribu orang kelaparan karena hasil pertanian membeku di ladang.

Vivanews