Beranda » Misteri di Terowongan Lirboyo

Misteri di Terowongan Lirboyo



Pembongkaran kamar santri di Pondok Pesantren Lirboyo, menyisakan misteri. Sebuah tetesan air melati tiba-tiba muncul menjelang pemugaran tersebut. Meski sulit untuk diterima dengan akal sehat, kisah misteri ini benar-benar terjadi di Ponpes Lirboyo. Ratusan santri yang belajar di tempat itu menjadi saksi hidup fenomena alam terjadinya tetesan misterius di "terowongan Lirboyo".



Sebelumnya Badan Pembina Kesejahteraan Ponpes Lirboyo memutuskan untuk memperluas kawasan makam pendiri pondok sebagai tempat wisata religi. Sejumlah pekerja bangunan dengan dibantu beberapa santri melakukan pembongkaran. Selain 20 kamar santri, pembongkaran tersebut juga mengenai sebuah lorong gelap yang dikenal dengan terowongan Lirboyo. Lorong tersebut merupakan jalan menuju salah satu sudut kediaman Pimpinan pondok, KH Idris Marzuki. Dengan panjang 20 meter dan lebar 2,5 meter, lorong tersebut terasa menyeramkan karena sangat gelap. Praktis tidak ada sinar matahari sedikitpun yang masuk ke dalam terowongan itu.



Uniknya, tak hanya dijadikan jalan pintas, di sepanjang kanan kiri lorong tersebut terdapat beberapa kamar. Karena gelapnya suasana, kamar-kamar tersebut lebih mirip seperti goa dan dihuni sejumlah santri. Satu-satunya alat penerangan di lorong tersebut adalah lampu berukuran kecil yang hanya dinyalakan pada malam hari. Di tempat itu hampir tidak ada bedanya siang dan malam. Suasananya gelap. Kalau ingin ngaji para santri menggunakan lilin. Meski gelap, terowongan tersebut kerap menjadi lalu-lalang para santri. Sebab selain menuju rumah KH Idris, lorong tersebut juga menuju asrama santri dari Magelang yang jumlahya mencapai 100 orang.




Ketika pengurus pondok memutuskan untuk membongkar lorong pada Minggu lalu seluruh santri yang mendiami "goa" mulai bersiap-siap. Apalagi malam menjelang pembongkaran hujan lebat tiba-tiba mengguyur Kediri. Saat itulah kejadian aneh itu muncul. Salah satu atap lorong yang hendak dibongkar tiba-tiba meneteskan air ke bawah. Tetesan air yang terjadi setiap 10 detik tersebut mengeluarkan aroma yang sangat wangi menyerupai bunga melati. Setiap kali tetesan itu mengenai pakaian, tercium sangat wangi dan tidak bisa hilang. Ini aneh sekali. Kesan angker semakin menyeruak ketika beberapa waktu sebelumnya seorang santri yang menghuni kamar lorong itu meninggal. Meski diduga karena sakit, tak urung cerita-cerita mistik muncul di kalangan santri.



Mereka berharap pembongkaran lorong itu sekaligus mengakhiri kisah seram terowongan Lirboyo. Apalagi ke depan kompleks tersebut akan disulap menjadi tempat wisata religi yang menjadi rangkaian ziarah Wali Songo.(sumber Sindo)***







Foto/Video/Audio




Loading...