Beranda » Misterius! Lebih dari 1.000 burung blackbird berjatuhan dari langit Arkansas pada malam tahun baru 2011

Misterius! Lebih dari 1.000 burung blackbird berjatuhan dari langit Arkansas pada malam tahun baru 2011



Kira-kira satu setengah jam sebelum memasuki tahun 2011, penduduk kota kecil Beebe, Arkansas, dikejutkan dengan sebuah peristiwa misterius. Ribuan burung blackbird sayap merah tiba-tiba berjatuhan dari langit dan mati dengan sebab yang tidak diketahui.

Stephen Bryant, seorang penduduk lokal Beebe, mengingat kembali peristiwa malam itu:
"Jutaan burung blackbird beterbangan di wilayah ini setiap malam. Kita bisa melihat ke langit dan yang terlihat hanyalah langit yang hitam karena burung-burung itu. Lalu, tadi malam, sekitar pukul 10.30, saya keluar dan melihat burung-burung itu berjatuhan."
Hanya dalam hitungan jam setelah itu, persis saat pergantian tahun, ribuan burung itu telah jatuh ke tanah dan mati.

Melissa Weatherly, yang keesokan paginya menemukan bangkai-bangkai burung berserakan, berkata:
"Saya segera memanggil ibu saya karena saya harus pergi bekerja. Saya mengatakan kepada ibu untuk segera datang ke rumah saya dan menjaga anak-anak dan anjingku karena saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Benar-benar mengerikan. Bahkan kita tidak akan bisa menyetir di jalan tanpa melindas ratusan burung yang tergeletak. Benar-benar buruk."
Peristiwa misterius ini segera membuat siaga departemen-departemen terkait seperti Arkansas Game and Fish Commission. Pagi itu, dengan menggunakan pakaian pelindung dan masker, puluhan petugas dari departemen itu segera menuju lokasi dan membersihkan jalanan dari bangkai-bangkai burung.

Para petugas itu memperkirakan kalau jumlah burung yang jatuh adalah sekitar 1.000 ekor. Kebanyakan sudah mati, namun ada juga beberapa yang masih hidup. Bangkai-bangkai burung itu bertebaran hingga sejauh satu mil dan burung-burung yang mati kebanyakan adalah burung dari jenis blackbird bersayap merah (Agelaius Phoeniceus). Namun, jenis lain seperti bebek juga ditemukan.

Ketika salah seorang reporter dari stasiun TV THV berkeliling di area itu, ia menemukan ada seekor burung yang masih hidup. Burung itu terlihat bingung, terluka dan berjalan berputar-putar tanpa mengeluarkan suara ataupun mencoba terbang.

Sampai saat ini tidak ada satupun penduduk dievakuasi karena Arkansas Department of Environment Quality (ADEQ) telah melakukan pengujian terhadap kualitas udara dan tidak ditemukan bahan beracun sama sekali.

Para petugas akan segera mengumumkan temuan mereka, namun untuk menenangkan para penduduk, mereka membeberkan dugaan mereka, yaitu: Petir, stress, hujan es di ketinggian atau terkejut karena kembang api tahun baru.

Menurut Karen Rowe dari Arkansas Game and Fish Commission, Kelihatannya burung-burung itu tidak tewas akibat racun karena kebanyakan burung yang jatuh dan mati hanya berasal dari satu jenis, yaitu Blackbird bersayap merah. Namun Karen juga mengatakan kalau mereka akan menunggu hasil Laboratorium untuk kesimpulan pastinya.

Ia juga menyebutkan kalau peristiwa serupa juga pernah terjadi di seluruh dunia.

Saat ini, bangkai 65 burung telah dikirim ke Laboratorium Arkansas Livestock and Poultry Commission dan Laboratorium National Wildlife Helath Center di Madison, Wisconsin. Pemeriksaan awal akan dilakukan pada hari senin besok tanggal 3 Januari 2011.


(todaysthv.com, msnbc.msn.com)

Kejadian aneh membuat pusing tim penyidik terjadi di kota Beebe, negara bagian Arkansas, Amerika Serikat. Sebanyak lebih dari 1.000 burung hitam berguguran jatuh ke tanah dari langit, sampai saat ini peneliti masih belum memastikan penyebab matinya burung-burung ini.

Komisi Perikanan dan Perburuan Arkansas, seperti dilansir Associated Press, Minggu, 2 Januari 2011, mengatakan bahwa kasus itu bermula pada Jumat 31 Desember 2010 tengah malam atau saat malam pergantian tahun. Burung-burung hitam ditemukan berjatuhan di area seluas 1,5 kilometer di kota itu.

Pengamatan udara oleh komisi ini menunjukkan bahwa burung-burung berjatuhan hanya di luas area itu. Hingga saat ini, telah lebih dari 1.000 burung yang ditemukan tergeletak di tanah.

Tim penyidik dibentuk untuk menyelidiki apa penyebab kematian burung berwarna hitam ini. Petugas satwa, Robby King, telah mengumpulkan sebanyak 65 bangkai burung untuk dikirimkan ke pusat pengujian perternakan di kota Madison, negara bagian Wisconsin.

Komisi ornitologi (ilmu burung) Karen Rowe mengatakan, peristiwa serupa acapkali terjadi di beberapa tempat di dunia. Namun tidak ada penjelasan yang pasti mengenai penyebabnya. Rowe mengatakan, pada burung-burung hitam itu terdapat luka fisik yang terlihat.

Dia mengungkapkan beberapa penjelasan mengenai penyebab matinya burung-burung itu. Namun masih perlu dilakukan lagi pengujian untuk memastikannya. "Kawanan burung ini mungkin saja tersambar petir atau terkena hujan es di ketinggian," ujar Rowe.

Dia juga mengatakan, kemeriahan tahun baru yang dirayakan warga dengan menyalakan kembang api besar di daerah itu juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Kemungkinan kembang api itu membakar burung-burung atau membuat mereka stress lalu mati.

Dia menampik dugaan bahwa burung-burung itu diracun, karena kematian sekawanan burung itu terjadi di udara. "Karena yang mati hanya burung hitam dan yang sedang terbang," ujarnya.

Saat ini, departemen kebersihan kota Beebe tengah bekerja keras untuk membersihkan atau melenyapkan bangkai-bangkai burung yang masih tercecer di jalan. Mereka mengenakan pakaian tertutup dan masker untuk mencegah kuman dan bakteri terhirup.