Beranda » Sandi Alkitab

Sandi Alkitab



Pada tahun 1997, Michael Drosnin lewat bukunya mengatakan bahwa masa depan dan semua peristiwa besar di dunia dapat dibaca dengan menerapkan kode matematis sederhana pada Alkitab. Benarkah Sandi Alkitab benar-benar ada? Benarkah manusia dapat mengetahui masa depan seseorang hanya dengan penerapan suatu kode matematis sederhana?



Sandi Alkitab atau juga dikenal sebagai Torah Code adalah rangkaian pesan yang memprediksikan masa depan berdasarkan teks Alkitab dengan menerapkan suatu kode matematis sederhana. Cara penerapan kode rahasianya adalah seperti ini;
Susun teks Alkitab mana saja dalam bentuk baris dan kolom dengan mengabaikan spasi, kemudian kita dapat memulainya dengan huruf mana saja, kemudian lompati 3 huruf dan catatlah huruf ke-4. Lompati lagi 3 huruf dan catatlah kembali huruf ke-4. Jika sudah beberapa kali lompatan tidak menemukan suatu kata pun, maka ganti huruf yang diloncati misalnya, loncati 8 huruf dan catatlah huruf ke-9. Begitulah seterusnya hingga menemukan suatu kata dan terbentuk suatu kalimat. Para ahli kemudian menamakan ini sebagai “kode lompatan”.



contoh penerapan Sandi Alkitab



Sandi Alkitab ini makin dikenal publik lewat buku karangan Michael Drosnin, The Bible Code yang pada saat itu merupakan buku terlaris versi New York Times. Sebelumnya, Sandi Alkitab ini juga dikenal lewat aliran Kaballah (suatu aliran kepercayaan Yahudi yang hanya dipahami oleh orang-orang tertentu dari mereka pada abad ke-12).
Pada tahun 1994, Doron Witztum, Eliyahu Rips, dan Yoav Rosenberg menerbitkan artikel yang mengatakan bahwa kita akan menemukan banyak kata yang kita kenal dalam kitab Kejadian jika kita menerapkan suatu kode lompatan.



Pada tahun 1995, Grant Jeffrey dan Yacov Rambsel menulis The Signature of God, dimana mereka melompati 20 huruf di dalam kitab Yesaya dan menemukan suatu kalimat tersembunyi yang berarti, “Yeshua (Yesus) adalah nama saya”.


Prediksi
Prediksi yang paling terkenal dari sandi Alkitab yang ditulis Drosnin ini adalah pembunuhan salah seorang perdana menteri, Yitzhak Rabin yang juga dimuat Drosnin dalam bukunya. Selain itu lewat Sandi Alkitab ini Drosnin juga mencatat bahwa sejumlah peristiwa besar telah dicatat lewat Sandi Alkitab. Beberapa di antaranya adalah mengenai pembunuhan John F. Kennedy, skandal Presiden Bill Clinton, pendaratan manusia di bulan, Perang Dunia, Holocaust, NAZI, Hitler, dan masih banyak lagi yang menurut Drosnin sudah lama tersirat oleh Sandi Alkitab.



Kontroversi
Teori dari Drosnin ini mendapat beberapa kritikan dan bantahan dari beberapa pihak. Beberapa pihak menilai bahwa Drosnin terlalu ambisi buta dengan penemuannya. Beberapa ahli pun mencoba membantah analisis dari Drosnin.
Dalam suatu kesempatan wawancara dengan Newsweek pada tahun 1999, Drosnin sempat mengeluarkan pernyataan yang memotivasi ahli lain untuk mengakhiri teori dari Drosnin sendiri. Dalam wawancara tersebut Drosnin mengatakan, “Jika para pengkritik saya menemukan pesan tentang pembunuhan seorang Perdana Menteri di dalam buku novel Moby Dick, baru saya akan percaya dengan mereka.” Ucapan dari Drosnin ini kemudian memotivasi seorang ahli matematika, Brendan McKay untuk menerapkan kode lompatan pada novel Moby Dick. Diluar dugaan, McKay ternyata menemukan banyak kalimat yang memprediksikan sekaligus memuat tentang beberapa perstiwa besar. Di antaranya adalah pembunuhan perdana menteri Israel, Rabin, John Kennedy, dan Martin Luther King Jr. Penemuan McKay ini sekaligus mengakhiri teori dari Drosnin. Bagaimanapun suatu fenomena telah tercipta, Sandi Alkitab pernah diteliti manusia.